Bawa Startup Lokal Mendunia, Kemenperin Gelar Startup4Industry 2020

08 Des 2020 12.50 WIB


Ekonomi

 

Liputan6.com, Jakarta - Program Startup4Industry 2020 bertajuk Indonesia Percaya Diri Dengan Teknologi Dalam Negeri telah memasuki babak akhir. Kegiatan ini merupakan stimulan yang diharapkan dapat mendorong munculnya ekosistem startup dibidang teknologi industri 4.0.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini menghadirkan startup yang mampu menciptakan produk original dan bisa membantu peningkatan efisiensi dalam hal biaya, energi dan waktu, khususnya bagi industri kecil dan menengah (IKM).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan, IKM menjadi salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, sentuhan inovasi teknologi dari tech startup dalam bidang logistik, pencatatan stok, produksi dan kemudahan untuk pengelolaan akun toko online adalah sebagian solusi yang dapat ditawarkan kepada IKM dalam melakukan pengembangan usaha serta bangkit pada masa pandemi saat ini.

“Krisis pandemi COVID-19 menjadi kesempatan untuk transformasi dan juga lompatan kemajuan teknonologi,” ujarnya pada Seminar Indonesia Percaya Diri Dengan Teknologi Dalam Negeri yang dilaksanakan secara daring pada Senin, 7 Desember 2020.

Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan penetrasi pengguna internet pada tahun 2019 hingga kuartal II 2020 mencapai 196,71 juta jiwa pengguna internet atau setara 73,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 266,91 juta jiwa.

Berdasarkan data tersebut, Gati menilai bahwa percepatan ekonomi digital memerlukan banyak dukungan dari digital talent, termasuk startup teknologi yang di dalamnya mengakomodir sumber daya manusia. Dukungan Pemerintah Sebagai langkah penting dalam akselerasi pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah telah menetapkan target program substitusi impor sebesar 35 persen pada 2022.

Untuk bisa unggul dalam berkompetisi, utamanya ditingkat global, industri memerlukan solusi teknologi yang dapat dihadirkan, salah satunya melalui peran startup sebagai technology provider.

“Upaya substitusi impor ini kami harap tidak hanya pada produk, tapi juga pada penggunaan teknologi. Sehingga upaya untuk mensosialisasikan teknologi Indonesia melalui tema program Startup4Industry 2020 yaitu Indonesia Percaya Diri Dengan Teknologi Dalam Negeri sudah tepat, sebagai salah satu upaya untuk menekan dampak pandemi dengan memanfaatkan teknologi,” jelas Gati.

Ia menjelaskan, program Startup4industry juga memberikan perhatian khusus pada peran generasi muda pada pengembangan startup teknologi. Kegiatan ini, kata Gati, diharapkan dapat diemplementasikan pada sektor industri dan juga masyarakat. Khususnya untuk sektor IKM.

“Tech startup bisa bersinergi dengan IKM dalam memberikan solusi. Fokusnya tidak hanya agar bisnis dapat dipasarkan lebih luas, tapi juga bagaimana pengelolaan IKM itu sendiri,” tuturnya.

Tak hanya itu, Gati juga menyampaikan bahwa Kemenperin telah menyusun strategi dan juga perangkat kebijakan guna mempersiapkan industri dalam negeri dalam menghadapi era ekonomi berbasis digital. Diantaranya dengan membuat peta jalan (roadmap) industri 4.0 melalui program Making Indonesia 4.0.

Adapun program Making Indonesia 4.0 telah diluncurkan sejak tahun 2018 oleh Presiden Joko Widodo sebagai inisiatif untuk merevolusi industri dengan implementasi teknologi. Kemenperin turut berupaya melakukan pemberdayaan IKM melalui pemanfaatan teknologi, salah satunya melalui program Startup4Industry.

“Revolusi industri 4.0 membutuhkan peran serta startup sebagai implementator dan problem solver untuk mewujudkan Indonesia 4.0. Untuk itu, melalui ekosistem solusi teknologi yang dibentuk oleh Startup4Industry akan mendukung terwujudnya ekosistem industri 4.0,” ungkap Gati.

Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4428237/bawa-startup-lokal-mendunia-kemenperin-gelar-startup4industry-2020




Bagikan :